Jakarta (27/3) - Anggota Komisi IV DPR Hb. Nabiel Al-Musawa
mendukung pelaksanaan perizinan impor produk pangan satu pintu segera
direalisasikan. Begitu juga dengan badan karantina, sebaiknya dijadikan
satu atap saja untuk seluruh Indonesia. Dengan demikian perizinan bisa
lebih efektif, efisien serta tetap berdasarkan kepentingan nasional dan
kebaikan bagi Petani Indonesia.
Demikian disampaikan Nabiel di sela-sela Rapat Kerja (Raker) dengan
Menteri Pertanian, Dirjen Kementerian Perdagangan, dan Dirjen Bea Cukai,
membahas importasi pangan dan produk hortikultura di DPR, Selasa
(26/3).
Menurut Nabiel, ke depannya Kementan diharapkan memiliki kebijakan yang
sifatnya antisipatif dengan dukungan basis data yang valid, update dan
relevan. "Sehingga bisa memprediksi bulan depan akan terjadi apa,
seperti cuaca, wabah, jumlah stok, permintaan-kebutuhan, serta fluktuasi
harga," kata Politisi PKS ini.
Nabiel juga menyesalkan Kementerian Perdagangan yang justru sangat
cepat-tanggap dalam melaksanakan impor pangan, dengan target hanya
jangka pendek semata. “Hal ini sama saja dengan membunuh petani secara
perlahan,” tegas Nabiel.
Lebih lanjut, legislator Dapil Kalsel ini juga mengungkapkan kekecewaan
terhadap Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang bertindak diluar
kewenangannya. Nabiel memberi contoh dalam sebuah acara televisi dimana
Dipo mengatakan terkait kisruh kenaikan harga pangan bahwa Menteri
Pertanian akan ditindak.
“Ini sudah diluar dari kewenangannya, bukannya tugas Dipo melakukan
penilaian? Lebih baik Dipo fokus dalam tugasnya sebagai penanggung jawab
Tim Penilai Akhir (TPA) yang mengurusi mutasi eselon I di semua
kementerian. Bahkan di Kementan saja, sudah lebih setahun ditunda-tunda
belum di inisiasi oleh Seskab,” tutup Nabiel.
0 komentar:
Posting Komentar