Home » , , » Guru usup, Aleg PKS yang Dicintai Masyarakat Hulu Sungai Tengah

Guru usup, Aleg PKS yang Dicintai Masyarakat Hulu Sungai Tengah

Written By Tim DPD PKS Banjarmasin on Sabtu, 23 Maret 2013 | Sabtu, Maret 23, 2013

Ketika Guru Usup mengunjungi dan sekaligus menyerahkan
bantuan kepada korban kebakaran.
PKS merupakan Partai yang memframe dirinya kedalam sebuah kata “Kepedulian”. Kepedulian yang memunculkan dan mengejawantah dalam bentuk pelayanan.
Frame inilah yang terlihat jelas pada sosok bapak muda, yang dari sejak kecilnya sampai dewasa berada di pinggiran pulau Kalimantan, di bawah kaki pegunungan meratus yang terbentang panjang. Sampai dewasa tak pernah bepergian jauh, kecuali hanya disekitar provinsi Kalimantan Selatan, tak jauh dari kota kelahirannya Pandawan, Barabai, Kab. Hulu Sungai Tengah. 
Bapak muda yang lahir pada 5 Nopember 1978 atau sekitar 34 tahun lebih ini memiliki tiga orang anak, membangun rumah tangga dalam sebuah rumah sederhana di Desa Palajau. Bersosok tubuh tidak terlalu besar dengan perilaku dan pakaian seperti orang kebanyakan, banyak orang yang tak mengira kalau sosok ini adalah seorang anggota dewan dan mantan Ketua DPD PKS Kab. HST, Partai Pemenang Pemilu 2004 dan 2009.
Sosok bapak ini adalah Supriyadi, yang lebih akrab biasanya di banua dipanggil dengan “Guru Usup”.  Hidup keseharian yang kebanyakannya menggunakan sepeda motor, gaya pergaulan yang santun, ramah dan murah senyum tentunya merupakan gaya pergaulan yang disukai masyarakat.
Tak banyak yang berpengaruh dalam hidupnya, kecuali ketika menjadi mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dan bertemu dengan sebuah pengajian yang biasanya disebut dengan liqa atau halaqah, dari sinilah akhirnya banyak hal yang merubah arah hidupnya.
Menjadi anggota dewan sejak 2004-2009 dan 2009 sampai nanti 2014, menjadi pintu pembuktian pengabdian Supriyadi kepada masyarakat.
Hampir setiap kali ada musibah baik itu kebakaran, banjir dll, Guru Usup bersama tim PKS selalu turun membantu dan langsung turun ke tempat kejadian, “Kan buhannya tu warga kita jua” (bahasa banjar, baca : kan mereka juga warga kita), ujar Supriyadi. Walaupun datang hanya dengan sedikit bantuan namun inilah wujud dari kepedulian kita, tambahnya.
Bapak muda yang sedari kecilnya sering ke sawah (“bahuma” dalam bahasa banjarnya) membantu orang tua, sampai ketika mahasiswa pun masih sering bahuma ini menambahkan, bahwa ia juga sering menggunakan mobil dinasnya untuk membawa orang sakit ke rumah sakit ataupun dari rumah sakit balik ke rumah, dan itu bukan sekedar warga yang ada di kampung atau kecamatannya tapi juga sering dari kecamatan-kecamatan yang lain, dan inipun dilakukan Supriyadi dengan gembira dan ikhlas, bahkan biasanya langsung disetir sendiri, “biar lebih banyak pahalanya” ujar nya menambahkan.
*http://polhukam.kompasiana.com/politik/2013/03/20/2/543919/dari-sawah-ke-gedung-dewan-pks-.html
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Terpopuler



 
Support : www.pksbanjarmasin.com | pksbanjarmasin
Copyright © 2013. DPD PKS Kota Banjarmasin - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger