Banjarmasin, KP – Adanya ultimatum Badan Kehormatan (BK) DPRD
Banjarmasin untuk mengumumkan nama-nama oknum anggota yang malas dan
suka ‘mangkir’ mendapatkan dukungan moral sejumlah fraksi di DPRD
setempat.
Sikap dukungan itu paling tidak disampaikan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) dalam siaran persnya yang diterima KP,
Rabu (27/2). Menurut F-PKS mendisiplinkan para anggota dewan agar hadir
ke kantor perlu didukung. “Sebab masalah ini agar para anggota dewan
memiliki kesadaran serta tanggungjawab dalam mengemban amanah rakyat dan
tak sekedar ongkang-ongkang kaki tanpa kinerja yang jelas,” kata Ketua
F-PKS DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Fauzan.
Muhammad Fauzan mengemukakan, selama ini BK hanya sebuah alat
kelengkapan dewan yang terkesan hanya sekedar nama, di mana dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya belum berani melakukan dan mengambil
sikap tegas terhadap anggota dewan yang melakukan pelanggaran disiplin
kode etik. Minimal, menurutnya, memberikan “shock therapy” dalam
menyikapi adanya sejumlah anggota dewan yang sering malas dalam
melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat, baik dalam menghadiri sidang
paripurna maupun agenda rapat dewan lainnya.
“Kendati masalah ini sebenarnya merupakan Tupoksi Badan Kehormatan.
Sehingga jika saat ini BK mulai berani mengambil sikap tegas itu
tentunya perlu didukung, apalagi tujuannya adalah untuk menjaga citra di
tengah banyaknya sorotan masyarakat terhadap DPRD selama ini,” kata
Muhammad Fauzan. Menyusul sikap tegas itu, F-PKS berharap agar para
anggota BK sendiri juga harus memberi contoh yang baik dalam upaya
penegakkan disiplin agar apa yang dikatakan bisa lebih berpengaruh.
Menurutnya, keteladanan dari seluruh anggota BK DPRD Banjarmasin yang
saat ini diketuai Suyato, SE MM sangatlah dituntut, karena bila tidak
itu juga sama artinya bohong. “Jelasnya bagaimana mengambil tindakan
terhadap anggota dewan yang malas, jika ada anggota BK sendiri melakukan
hal yang sama,” tandas Muhammad Fauzan. Lebih jauh ia mengakui, untuk
mendisiplinkan para anggota dewan yang berasal dari beragam parpol ini
memang tidaklah mudah, apalagi jika fraksi anggota dewan bersangkutan
berdiam diri dan tidak menyampaikan teguran.
![]() |
| Awan Subarkah, S.TP. |
“Namun demikian, tidak ada salahnya jika BK mencoba dalam upaya
penegakkan disiplin ini,” ucap Fauzan serius, seraya sekali lagi
menegaskan, BK harus memiliki keberanian dalam memberikan teguran kepada
para anggota dewan yang terkesan ogah-ogahan masuk kerja dan menghadiri
rapat paripurna. “Kita lihatlah nanti apakah BK benar-benar dapat
membuktikan ancamannya demi menjaga citra DPRD dari penilaian negatif
yang selama ini cukup banyak mendapat sorotan dari berbagai kalangan dan
masyarakat,’ tandasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Awan
Subarkah, mengaku tak masalah jika BK DPRD Kota Banjarmasin, mulai
melakukan “manuver” untuk mendisiplinkan anggota dewan. Hal itu
dinilainya wajar. “Wajar saja. Kalau tujuannya baik, kenapa tidak
didukung. Teruskan saja dan mesti lebih tampil berani,” ucap unsur
pimpinan dewan yang juga dari F-PKS tersebut.
Sumber : Kalimantan Post, Kamis (28/2/2013)


0 komentar:
Posting Komentar