![]() |
| Muhammad Fauzan |
-Masyarakat Sudah Mulai Terbiasa
BANJARMASIN - Selama ini, dengan dicabutnya subsidi minyak tanah, sebagian masyarakat yang masih menggunakan kompor biasa merasa "tercekik" akibat meroketnya harga Mitan. Fraksi PKS DPRD Kota Banjarmasin, mendukung upaya pemerintah Kota Banjarmasin mengusulkan tambahan jatah tabung gas 3 Kg untuk masyarakat ke pemerintah pusat.Apalagi selama ini, program Konversi nampak terhambat. Dari beberapa Kabupaten yang menjadi pilot project program Konversi, tak semuanya menikmati memasak dengan menggunakan "tabung melon" tersebut.
Padahal harga Mitan sudah terlanjur naik, dan masih banyak pula masyarakat yang tetap setia menggunakan kompor minyak tanah.
"Masih banyak masyarakat yang belum kebagian tabung gas 3 Kg beserta kompor gas. Kasihan mereka terpaksa bertahan menggunakan mitan, padahal harganya sudah sangat mahal. Jadi kami mendukung kalau Pemkot terus berupaya mengusulkan tambahan jatah Konversi," kata ketua fraksi PKS DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Fauzan, kemarin (25/2).
Menurutnya, masyarakat sekarang sudah mulai terbiasa menggunakan kompor gas. Tak seperti awal-awal program konversi, di mana masyarakat masih takut menggunakannya. "Karena lihat tetangga juga pakai kompor gas, otomatis kebanyakan masyarakat sudah mulai banyak meninggalkan kompor mitan," ucapnya.
![]() |
| Aliansyah |
Ia menyayangkan pemerintah pusat yang seolah tak becus dalam menjalankan program Konversi Mitan ke gas di Banjarmasin dan Kalsel pada umumnya.
Program konversi itu, sebut Fauzan, seperti dibiarkan tidak jelas, dan belum selesai sesuai target. Parahnya, subsidi Mitan malah sudah ditarik duluan. "Aneh. Programnya mandeg, eh subsidi malah dicabut. Harusnya programnya selesai dulu, baru subsidi dicabut sepenuhnya," cetusnya.
Sementara itu, Aliansyah, anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, yang membidangi kesejahteraan masyarakat, juga mengatakan hal senada. Ia pun merasa program Konversi memang agak janggal.
"Karena itu adalah kebijakan dari pemerintah pusat, agak sulit bagi kita di DPRD untuk menekan. Namun kita terus mendesak agar program konversi dijalankan sesuai target semula, bukan setengah-setengah," tandasnya.


0 komentar:
Posting Komentar