Setelah Mafia Impor Beras Giliran Mafia Impor Sapi Bermain Kuota Impor
Jakarta (8/12), Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKS Hb. Nabiel Al-Musawa
menolak keras usulan mendadak Kementerian Perdagangan pada Jumat sore
kemarin (7/12) untuk menambah kuota impor daging sapi tahun 2013 menjadi
105.000 ton.
Ini menjadi tanda tanya besar, ada apa? Padahal hasil keputusan rapat
dengan Kemenko Perekonomian, Kementan dan Kemendag pekan lalu
menyepakati alokasi impor daging sapi sebanyak 80.000 ton. Jumlah
tersebut terdiri atas sapi bakalan sebanyak 267 ribu ekor atau setara
dengan 48 ribu ton dan daging beku sebanyak 32 ribu ton.
Menurutnya, Jika tambahan kuota impor itu disetujui hal ini makin
menguatkan dugaan benar adanya mafia impor sapi dalam tata niaga sapi di
Indonesia yang mengatur sedemikian rupa daging sapi dari hulu sampai
hilir, hingga mempengaruhi kebijakan kuota impor.
“Terjadi kelangkaan daging sapi di pasaran yang mengakibatkan lonjakan
harga dalam beberapa pekan terakhir merupakan ulah mafia sapi dengan
tujuan agar ditambahnya kuota impor daging sapi.” tegas Hb. Nabiel di
Jakarta, Sabtu (8/12).
Alasan peningkatan jumlah turis asing yang membuat konsumsi daging
meningkat merupakan sesuatu yang mengada-ada dan tidak rasional untuk
menambah kuota impor daging sapi.
“Sesungguhnya, stok sapi lokal cukup karena hasil sensus sapi potong
oleh Badan Pusat Statistik tahun 2011 menyebutkan populasi sapi lokal di
Indonesia rata-rata 14,6 juta ekor per tahun. Namun stok tersebut
sebagian besar berada di NTB dan NTT. Persoalan yang paling mendasar
adalah terkait distribusinya yang belum optimal, hal seperti inilah yang
perlu dibenahi dan koordinasikan lintas sektoral, bukan malah cari
solusi jangka pendek dengan mabuk impor.” ujar Hb. Nabiel.

0 komentar:
Posting Komentar