TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta dari PKS, Hidayat Nur Wahid mengkritik pernyataan cagub incumbent Fauzi Bowo atau Foke, yang tidak ikhlas Jakarta diacak-acak oleh orang lain.
Hidayat merasa yakin bahwa dirinya dan cagub partai lainnya ingin memimpin Jakarta bukan karena berniat mengobok-obok ibukota. Sebab, kehadiran para cagub di Jakarta adalah ingin membuat Jakarta lebih baik dengan program-programnya.
"Saya berkeyakinan bahwa siapapun yang datang ke Jakarta tidak akan mengobok-obok Jakarta. Saya yakin Jokowi datang ke sini bukan untuk itu, Alex Noerdin ke sini juga bukan untuk itu," kata Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/3/2012).
Hidayat yang juga anggota Komisi I DPR dan anggota Majelis Syuro PKS ini berkeyakinan cagub Jokowi yang merupakan Walikota Solo dan Alex Noerdin sebagai Gubernur Sumatera Selatan, ingin menjadi DKI 1 karena bertujuan untuk menerapkan hasil kinerjanya.
Secara pribadi, Hidayat mengaku bagian dari penduduk Jakarta, karena telah ber-KTP DKI Jakarta bersama keluarga sejak 1992. Selain itu, PKS juga menjadi pemenang saat Pemilu 2004 sehingga mengantarkan Hidayat maju sebagai anggota DPR hingga saat ini.
Karena itu, Hidayat tak setuju ada dikotomi cagub dari Jakarta atau sebaliknya. "Jadi tidak tepat, jika kemudian kita mendikotomikan orang luar yang datang ke Jakarta atau bukan," ujarnya.
Di Fauzi Center pada Senin (19/3/2012) kemarin, Foke meminta kepada rakyat Jakarta yang memiliki hak pilih untuk memilih pasangan yang lebih mengenal kota Jakarta. "Kami berdua tidak ikhlas Jakarta diacak-acak orang lain. Mari kembali menata Jakarta dengan orang Jakarta," kata Foke.
Pernyataan Foke itu bernada sentimentil kedaerahan mengingat cagub/cawagub pesaingnya seperti Jokowi dan Alex Noerdin bukan lah warga Jakarta. (Abdul Qodir)
0 komentar:
Posting Komentar