itoday – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebaiknya jangan mengusung calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dari partai lain. PKS lebih baik mengusung calon sendiri. Kalau mengajukan calon di luar partai, misal mendukung calon incumbent Fauzi Bowo yang diusung Partai Demokrat, bisa berimplikasi pada dukungan kader-kader maupun simpatisannya di masa yang akan datang.
“Kalau PKS menggandeng Foke akan dijauhi pemilihnya, ini artinya bunuh diri,” kata Guru Besar Ilmu Politik Prof. Iberamsjah kepada itoday, Jumat (9/3).
PKS DKI Jakarta semestinya yakin dengan kekuatan sendri. “Dulu saja dikeroyok oleh partai-partai lain, karena mengusung calon sendiri, PKS hanya kalah tipis,” kata Iberamsjah mengingatkan akan kekuatan PKS di Jakarta.
Oleh karena itu, saran Iberamsjah, sebaiknya PKS mengusung calon sendiri.
“Kalau konsisten, mengusung kader sendiri. Masalahnya, sikap PKS itu sering mencla-mencle. Kalau dia berani, ya mengusung kadernya sendiri. Kalau PKS mengusung Foke akan hancur,” kritiknya.
Sebagaimana diketahui, pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2007, PKS mengusung calon gubernur sendiri yakni Adang Daradjatun. Sayangnya, PKS mengalami kekalahan tipis dari rivalnya pasangan Fauzi Bowo - Prijanto, yang didukung partai-partai besar seperti Demokrat, Golkar, dan PDIP, serta didukung partai menengah seperti PAN dan PKB.
Akankah PKS berani usung kembali calon gubernur sendiri?*

0 komentar:
Posting Komentar